RATAPAN ANAK TIRI 1

Ratapan anak tiri 1

Sutradara : sandy suwardi Hassan

 Pemain : sukarno m. Noor, tanty josepha, bambang irawan, tatiek tamzi, dewi rosaria indah, awaludin, darussalam

 Diawali dari kisah keluarga yang sangat bahagia, Yono kepala keluarga sedang bermain bersama anak-anaknya ditaman, sang istri sedang hamil tua itu menghampiri nya, dan istrinya itu menanyakan kenapa setiap dihampirinya selalu berubah ekspresi dari senang menjadi sedih. Mereka pun membicarakan nya, yono mengingatkan kepada istrinya ucapan dokter pada saat melahirkan anak ke-2 yang bernama susi bahwa istrinya itu terakhir untuk melahirkan. Pada saat itu istri dari yono merasakan kesakitan dan ibawa kedokter akan tetapi jiwanya tidak tertolong lagi.

Yono memutuskan menikah dengan seorang gadis yang bernama ningsih rekan kerjanya, ningsih mengambil hati anak-anak yono. Pada suatu saat yono ditangkap polisi dan disel karena dituduh menggelapkan dana sebesar Rp 14 juta, yono menitipkan anak-anaknya kepada ningsih. Keesokan harinya ningsih mendatangi suami nya dipenjara untuk meminta penjelasan kenapa dia bisa dipenjara.

Agung rekan yono menghampiri rumah keluarga yono dia menghasut ningsih untuk meninggalkan yono, laki-laki itu terus menggoda ningsih, agung berusaha menjadi pahlawan karena dia mencintai ningsih. Rumah tempat mereka akan disegel oleh perusahaan untuk itu agung mengusulkan untuk mengalihkan nama atas kepemilikan rumah nya. Kehidupan mereka pun sungguh sangat memilukan, ningsih terpaksa menghentikan pembantu rumah karena tidak bisa membayar gajinya, meti dan susi pun tidak dikasih uang jajan. Mereka pun merasa kelaparan, dirumah mereka disuruh bekerja, tidak ada nasi hanya air putih mereka minum dengan air mata yang berjatuhan.

Agung pun terus menghasut ningsih mengenai keluarga yono, sehingga membuat ningsih menjadi ragu, dia pun mengusulkan supaya meti dan susi tidur di garasi sebelum mereka datang. Sungguh naas meti dan susi menghukum mereka tidur digarasi sampai pagi karena tidak membukakan pintu pagar karena terlelap ketiduran.

Keesokan harinya meti dan susi minta uang jajan kepada ibunya akan tetapi tidak dikasih, mereka pada saat perjalanan pulang dari sekolah berhenti sejenak karena merasa pusing dan lemas karena mereka belum makan dari pagi. Neti pun jatuh pingsan ditengah perjalanan menuju rumah nya, mereka ditoloh oleh sebuah keluarga yang baik. Ibu tirinya bernama ningsih pun merasa marah pada saat neti dan susi pulang, karena telat pulang sekolah mereka dipukul dan disuruh bekerja.

Mereka disuruh mengepel lantai menyapu seluruh isi rumah. Sedangkan ibu tiri neti dan susi sedang bersenang-senang bersama laki-laki lain. Ketika neti mencoba mengintip kamar ibunya itu suara berisik terdengar diluar yang membuat ningsih keluar, neti dan susi pun dianiaya oleh ibu tirinya itu yang membuat susi terjatuh. Neti dan susi pun menangis tersedu sambil memanggil ayahnya. Ibu tirinya pun lalu memberi tahu bahwa sanya bapak mereka dipenjara karena tertuduh korupsi dan memberikan sepucuk surat yang diberikan ayah nya untuk ningsih si ibu tiri.

Sungguh malang nasib ke dua anak itu ketika ibu tiri nya mau pergi bersama laki-laki lain, ibu tirinya menyuruh tidur di garasi dengan sehelai selimut sedangkan diluar hujan sangat deras. Neti dan susi pun berniat keluar dari rumah untuk mencari bapak nya itu. Berjalan dikegelapan hari dengan isap tangis yang memilukan tidak membuat patah semangat bagi mereka. Ditengah perjalanan pun petir menggelegar menghantam langit gelap yang membuat mereka ketakutan.

 

Keesokan harinya pun agung lelaki yang menggoda ningsih si ibu tiri menyarankan menjual rumah yono dan mencari tempat lain lalu meninggalkan neti dan susi.

Neti dan susi berjalan menyelusuri tepi jalan, mereka merasa kelaparan dan berniat menjual selimut yang dibawa mereka kepada warung penual nasi, pada akhirnya mereka bisa makan dengan kenyang. Ketika ditengah jalan ada bapak dan ibu yang menawarkan ikut dan tinggal bersamanya Neti dan susi pun trauma akan tindakan ibu tirinya, neti kaka nya susi berkesimpulan Tidak ada yang baik selain bapak dan ibu nya yang meninggal. Neti dan susi akhirnya bertemu dengan bapak nya dipenjara. Tangisan bahagia pun mengiringi keadaan mereka. Neti dan susi pun menceritakan kekejaman ibu tirinya itu. Yono pun meminta bantuan kepada petugas polisi untuk menjaga mereka. Walaupun neti dan susi tidak mau pergi dengan polisi itu, yono si bapak dari kedua anak itu terus membujuk supaya mau. Akan tetapi neti dan susi tidak mau dan memilih untuk pergi.

Ketika itu susi adiknya neti sakit, dia demam sangat tinggi. Neti pun berusaha mencarikan obat untuk adiknya. Neti pun setelah mendapatkan obat dan sebungkus nasi segera menghampiri adikanya, akan tetapi ketika neti datang susi sudah tidak ada di tempat. Neti pun panik dan berusaha mencari ke setiap sudut desa. Susi dibawa oleh seorang ibu setelah susi keadaan sehat dia melarikan diri untuk mencari kakak nya neti.

Dan yono bapak nya neti dan susi akhirnya dibebaskan tidak terbukti bersalah, dia dijebak oleh rekan kerjanya sekaligus selingkuhanya ningsih si ibu tiri, ketika yono mendatangi rumah nya itu dia kaget, seisi rumah kosong dan ningish sudah tidak ada. Yono pun menangis dan merasa terpukul dengan keadaanya itu. Yono pun mencari kedua anaknya dan pada akhirnya mereka dipetemukan kembali.

4 Responses to “RATAPAN ANAK TIRI 1”

  1. munadiah Says:

    ih sedihnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  2. mahdian rangkuti Says:

    putar lagi dong flmnya

  3. nova indriyanty Says:

    saya ingin di putar lagi film nya, saya rasa banyak yang nonton filmnya karena sedih sekali.tapi orangnya itu juga ya. tau gak, fradilla sandy tu mirip lo, ama sepupuku yg berumur 2 tahun. tapi kalau dilihat memang sedih dua dua nya, tapi paling sedih adiknya.

  4. nova indriyanty Says:

    flisss, putar lagi film nya kamera dulu pun gak papa. ya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: