SAUR SEPUH 3 : KEMBANG GUNUNG LAWU

Kembang gunung lawu, saur sepuh

Diawali dari perjalanan lasmini yang dihalangi oleh orang-orang yang jahat, lasmini di perkosa lalu setelah itu lasmini dibuang ke jurang akan tetapi nenek tua menolong nya, dari situlah lasmini dilatih silat oleh nenek tua itu dan mengajarkan ilmu jurus pedang ular dan kembang seribu. Lasmini dilatih dengan keras dan pada akhirnya lasmini menguasai jurus-jurus yang diberikan nenek tua itu, Tapi si nenek itu meninggal dunia dan mewariskan pedang ularnya ke lasmini.

Lalu lasmini meninggalkan perguruan si nenek itu dan dia berjanji akan meneruskannya, ternyata lasmini mendengarkan pesan terakhir yang disampaikan oleh nenek itu bahwa harus melindungi orang-orang yang lemah, ketika dalam perjalanan lasmini bertemu dengan orang yang telah memperkosa dan hampir membunuhnya, orang-orang itu lalu dibunuh oleh lasmini dengan jurus pedang ular dan kembang seribu. Dan ternyata ulah dari orang yang mencelakai lasmini adalah kakang basra (mantan suaminya).lasmini pun mendatanginya dan membalas dendam atas semua yang diperbuat oleh kang basra itu.

Ketika itu putra mantili yang bernama raksi jaladari jatuh ke jurang dan diselamatkan oleh lasmini, dan saat itu lasmini bertemu dengan Bintar anak dari uwa brama. Akan tetapi kebencian mantili akan lasmini terus mengguncang, mantili tidak setuju dengan kehadiran lasmini di madangkara. Disatu sisi lain nada Bentar ternyata menyimpan rasa kepada lasmini, dia terus membayangkan wajah lasmini. Bentar anak brama kumbara pun meyakinkan kepada ibu nya bahwa lasmini adalah orang baik-baik.

Lasmini pun ditangkap oleh kerajaan padjajaran karena lasmini telah banyak membunuh, lasmini sudah menjelaskan kenapa dia membunuh, tetapi lasmini pun tetap disekap. Dalam sekapan lasmini meminta petugas untuk menghantarkan surat kepada anak prabu brama kumbara yaiut raden bentar dan pada akhirnya raden bentat menyelamatkan lasmini dari sekapan. Mereka pun memadu kasih satu sama lain tapi ibunda raden bentar bersama rajawali saktinya bertemu dan memisahkan lasmini dan raden bentar, walaupun lasmini sudah menjelaskan betapa mencintainya dan menyadari siapa lasmini sebenarnya. Lasmini pun meninggalkan mereka dengan kudanya.

Lasmini pun merasa selalu dilecehkan sama orang-orang, diapun berjanji kepada dewata untuk membuat semua orang bertekuk lutut padanya yang pertama dia akan bunuh yaitu mantili, lasmini pun mendapatkan jurus yang belum sempat diberikan oleh nenek tua itu dan berpesan agar tidak menggunakan ilmu itu untuk menuruti hawa nafsunya. Lasmini pun terus berlatih menguasai ilmu tersebut. Pada suatu malam lasmini didatangi seorang gadis yang tersesat bertujuan ke kota yang sudah sebatang kara, gadis itu pun diangkat menjadi muridnya.

Lasmini dan mantili beradu kesaktian yang mengakibatkan hampir terbunuhnya mantili akan tetapi raden bentar menghentikan ulah lasmini itu, mantili pun diselamatkan oleh prabu brama kumbara. Mantili merasa malu karena dikalahkan oleh lasmini. Brama kumbara pun mengajarkan jurus kepada mantili untuk bisa mengalahkan jurus yang dimiliki lasmini.

Mengetahui saudara perguruan bela pati meninggal di tangan lasmini mereka pun bertekad membalas dendam untuk membunuh lasmini. Mengetahui lasmini kabur ke malaka mantili pun mencarinya kesana, pada suat perjalanan dengan perahu kecil nya mantili diserang oleh buaya-buaya rawa dan mantili pun berhasil menumbangkan buaya-buaya itu. Pertempuran sengit antara lasmini dan mantili pun terjadi, mereke mengadukan kesaktiannya masing-masing dan pada akhirnya lasmini ditumbangkan oleh mantili, lalu lasmini dibuang kelaut dengan perahu kecilnya oleh mantili.

 

SAUR SEPUH 2 : PESANGGRAHAN KERAMAT

Pesanggrahan Keramat, saur sepuh 2

Satria madangkara bersama rajawalinya terbang dan menyisir daratan, ketika brama kumbara berjalan lalu dihadangi oleh para prajurit, dan prabu brama kumbara pun disekap dan ulah semua itu lasmini, brama kumbara pun dibawa ke penjara dan ditahan oleh prajurit dan sekutu nya lasmini.

Lasmini pun menghampiri prabu brama kumbara dan merayu nya, lasmini menawarkan jabatan yang tinggi terhadap prabu brama kumbara dan lasmini mengharapkan membina bahtera dengannya, prabu brama kumbara pun menolaknya. Lasmini merasa kesal dan langsung meninggalkan nya. Lalu prabu brama kumbara pun berhasil meloloskan diri dan menghantarkan sepucuk surat untuk lasmini bahwa prabu brama kumbara akan kembali dengan istri dan adiknya.

Disatu sisi lain Raden kuntala lagi merundingkan untuk menghancurkan madangkara dan membunuh prabu brama kumbara,mantili,kutawa. Raden kuntala sangat yakin dengan kesaktian yang dimiliki muridnya itu bisa menghancurkan madangkara, akan tetapi tumenggung nya tidak setuju karena tindakan itu merupakan hal yang ceroboh.

Orang kuntala menyerang dan menghancurkan pesanggrahan yang sedang dibangun oleh para madangkara, sang prabu brama kumbara histeri dengan amarah yang besar, yang membuat brama kumbara berubah menjadi sosok yang menakutkan. Brama kumbara merasa dilecehkan dengan kejadian tersebut, mantili pun mengingatkan kepada brama kumbara supaya bersikap tenang. Brama kumbara pun kembali seperti semula.

Pada malam hari prajurit kuntala menyerang madangkara, pertarungan pun terjadi sangat menegangkan dan patih kuntawa berhasil membunuh pmimpin kuntala raden pangar dengan keris nya yang tajam. Prajurit kuntala pun kembali ke pesanggrahannya. Lalu prabu brama kumbara mendatangi dan meminta tanggung jawab atas pesanggrahan yang dibakar oleh orang suruhan kuntala tersebut. Brama kumbara pun mendapatkan informasi orang yang telah menghancurkan pesanggrahannya berada di tepi sungai. Prabu pun langsung mendatangi tempat persembunyian perusak pesanggrahan itu dan membunuh sebagian perusak pesanggrahan itu. Mantili pun menghadapi 2 orang pemimpin suruhan orang kuntala mereka mengadu kesaktian satu sama lain. Pada saat mantili terjatuh prabu brama kumbara datang menolong nya, brama kumbarra sangat marah dan membunuh mereka dengan ajian serat jiwa yang dimiliki olehnya.

Lasmini pun menemui prabu brama kumbara dan merayu brama dengan penuh pesona. Lasmini meyakinkan terus menerus kepada brama bahwa dia sangat mencintainya. Mantili dan patih kuntawa mendatangi penginapan yang dijadikan sebagai tempat perundingan kuntala untuk menghancurkan madangkara, akan tetapi mantili dan patih kuntawa tidak mampu menandingi orang-orang kuntala. Prabu brama langsung menghadapi mereka, kesaktian mereka dipertunjukan, mereka menggunakan ajian tampak sanca dan tarung geni, prabu brama pun mengeluarkan ajian serat jiwa nya dan mereka pun menangkis dengan ajian waring sungsang yang mengakibatkan prabu brama terjatuh pingsan.

Prabu pun ditolong oleh rajawali saktinya dan terus berlatin yang pada akhirnya Prabu brama pun berhasil menguasai Ajian pahlupuh dan kembali ke madangkara. ketika dalam perjalanan brama kumbara bertemu dengan orang kuntala yang membuat brama hampir terbunuh brama pun mengeluarkan ajian pahlupuh yang baru dia kuasai yang membuat orang kuntala jatuh tak berdaya. Brama kumbara dan mantili pada akhirnya kembali ke madangkara dengan rajawali sakti itu.

 

SAUR SEPUH, SATRIA MADANGKARA

Saur SepuhSatria Madangkara

Pemain : Fendy Pradhana (Brama Kumbara), elly Ermawatie (Mantili) dan Murti sari dewi (Lasmini)

Ketika utusan dari kerajaan madangkara membawa surat dari Prabu Brama kumbara untuk pamotan untu Raja brewira bumi yang dihalangi oleh tumenggung Bayan yang meminta paksa surat kerajaan itu sehingga pertempuran terjadi. Mereka mempertahankan dengan kemampuan yang dimilikinya, jurus demi jurus dikeluarkan yang membuat utusan Prabu Brama kumbara terluka karena diserang oleh tumenggung bayan

 Ketika prabu brama kumabara mengetahui ulah tumenggung bayan dan kang prabu pun geram dan mengutus prajurit mantili dan kutawa pergi ke perbatasan madangkara, Merekapun menyamar sebagai masyarakat biasa. Disamping itu brama kumbara akan menyusul prajurit yang diutusnya dengan rajawali nya dan kang prabu pun terbang menyisiri madangkara.

Mantili dan kutawa mendatangi seorang mpu dan menginap ditempatnya, akan tetapi mereka dicurigai sebagai mata-mata oleh prajurit pamotan. Ketika dalam perjalanan menuju majapahit, mantili dan kutawa dihalangi oleh prajurit pamotan. Pertempuran pun terjadi. Ketangkasan silat mantili menumbangkan para penghalang itu, Pada akhirnya mantili dan kutawa sampe di kerajaan majapahit dan mengantarkan surat kerajaan dari kang prabu brama kumbara untuk Raja majapahit.

*****

Kerajaan majapahit pun mengetahui bahwa tumenggung bayan telah membunuh utusan kang prabu brama sehingga tumenggung bayan ditantang kesaktian oleh prajurit madangkara. Mereka pun mengadu kesaktian dengan jurus-jurus yang mematikan, pukulan yang dihantam kakang prabu menjatuhkan tumenggung bayan bertubi-tubi. Kesaktian tumenggung bayan sangat tidak bisa dianggap remeh. Dan prabu brama pun mengeluarkan kesaktian yang dimilikinya. Jurus yang dihantamkan tumenggung terhadap prabu brama yang mengakibatkan kematian dengan tubuh terbakar.

Mendengar kematian tumenggung bayan membuat lasmini sang istri marah dan berjanji akan membalaskan dendam atas kematian tumenggung bayan itu.. Dan Lasmini akhirnya bertemu dengan prabu brama kumbara, mereka pun bertempur walaupun kang prabu telah menjelaskan bahwa kang prabu brama kumabara terpaksa membunuh nya karena tumenggung bayan tlah membuat kesalahan besar. Akan tetapi lasmini tetap tidak mau menghentikan serangannya. Si Mata setan pun datang membantu lasmini, dengan jurus demi juruspun menyerang prabu brama kumbara, dan akhirnya prabu kumbara berhasil melumpuhkan si mata setan itu.

 *****

Ketika kang prabu brama kumbara dan yang lainnya sedang dalam peristirahatan disebuah hutun, lasmini pun datang dan membawa orang untuk membalas kematian tumenggung bayan. Pertarungan diantara mereka pun terjadi, kesaktian demi kesaktian mereka adukan, Mantili dengan pedang nya dan Lasmini dengan tenaga dalam angin yang menghembus membuat jatuh pingsan mantili dan yang lainnya. Lalu kang prabu brama kumbara mengeluarkan ajian serat Jiwa yang mengakibatkan kematian pada orang itu. Lalu lasmini membawa mantili dan yang lainnya ke bukit kalam.

Kang prabu brama kumbara tidak bertindak diam,kang prabu mendatangi si mata setan dan menanyakan persembunyian lasmini karena telah membawa adek dan istrinya, pada akhirnya mantili dan yang lainnya berhasil meloloskan diri dari sekapan lasmini.

 *****

Disamping itu, keadaan kerajaan majapahit sedang diambang kehancuran. Kerjaan majapahit diserang dan wirabumi melarikan diri, akan tetapi ditengah perjalanan wirabumi tewas dengan pala terpenggal.

Kang prabu pun terus mencari mantili, kutawa dan istrinya dengan burung raksasa nya..

(To be continued – Saur sepuh 2)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.