RESENSI FILM : ARI HANGGARA

Judul Film “Ari HanggarA”

sutradara : Frank Rorimpandey

Diproduksi Era 80-an Pemain : Joice Erna, Yan cherry Budianto, Deddy mizwar,Cok,Simbara, sofia WD, Dahlia, Mien Brodjo, nani widjaja, Zainal abidin, Baron achmadi, Anton indracaya, rachmat hidayat, Yulie soleh, simon patih, Bung salim, Simon PS, anissa diah sitiawati.

Sebuah film yang diambil dari kisah nyata ini sangatlah menyentuh hati dimana Ari hanggar yang berumur 7 tahun bisa mendapatkan hukuman yang sangat keras dari seorang ayahnya yang bernama Tino Ridwan (Deddy Mizwar). Tino sang ayah mengajarkan kepada anak-anaknya begitu keras dimana ayahnya itu menuntut anaknya untuk menataaiti praturaan,patuh dan jujur. Ketiga anaknya adalah hasil perkawinan dengan istri pertama yang diceraikannya. kehidupan ekonomi cukup menghimpit. Anak-anak dititipkan ke orangtua. Setelah itu, demi sedikit memiliki uang dan punya pekerjaan Tino yang hidup dengan pacarnya santi (joice erna) menjemput anak-anaknya.

“Kehidupan sehari-hari seperti biasa terlewati pada umumnya suatu keluarga dengan penuh canda,tawa akan tetapi pada suatu saat sang ayah ari mengecek catatan sekolah nya dan dia mengetahui bahwa arie telah memalsukan tanda-tangan kedua orang tuanya, maka sang ayah sangat marah dan ari pun mendapatkan hukuman dengan dipukuli kedua tangannya dengan penggaris oleh ibunya.
Dan yang sangat fatal kesalahan ari menurut ayahnya yaitu pada suatu hari tino sang ayah ari menemukan banyak uang pada saat memeriksa tas ari, dan pada saat itu ayahnya menyangka ari itu mencuri. dan ari pun kena hukuman dengan dipukuli keras oleh sapu dan tamparan keras 2 x menghantam wajahnya.

Dan pada saat itu ari terdiam dalam ksepian dengan mendapatlan hkuman dari ayahnya tidur diluar dengan lampu gemerlap.

Keesokan harinya bocah berusia 7 tahun itu berangkat ke sekolahnya bersama ayahnya. Pada saat sesampainya disapa oleh salah satu gurunya ari terdiam dan gurunya menghampiri nya, pada saat ari nengok sang guru kaget “muka ari memar berbekas diwajahnya.

Disaat ari bermain bersama teman-temannya lalu dia menemukan Dompet dibawah bangku dilingkungan sekolahnya, lalu ari berlari ke toilet untuk membuka dompet tersebut dan melihat identitas kepemilikan. Dan ternyata dompet tersebut punya ayah dari temen ari sendiri yg bernama pak “franky”. Lalu ari pun menyerahkan dompet tsb kepdanya. Ari mendapapatkan imbalan dari pak franky karena tlah menemukan dompetny.

Sesampe dirumahnya ari pun mendapatkan masalah yang sangat besar “uang yang dikasih pak frenky itu diketahui oleh ibunya”

Sang ibu bertanya : uang ini di dapat dari mana? Km mencuri lagi?

Ari menjawab : tidak ma, ari dikasih oleh pak frenky.

Ayah dan mamanya tidak percaya dengan ucapan ari itu. Ayah nya menghukum lagi. Tdak terlepas pula dari tamparan-tamparan keras ke wajahnya.
Sungguh naas si ari itu…

Dengan kenakalan yang dibuat ari, ayahnya merasa tidak kuat dan berencana memasukan ari ke sebuas pesantren yang berada di jawa timur. Lalu si ayah memberi tahu ke ari bahwa ari akan dipndahkan ke psantren lalu…

ayahnya bertanya : ari tahukan kenapa ayah memasukan ari ke pesantren??
Ari menjawab : ari salah.. Ari kan mencuri, bohong, terus mencuri..bohong. Mencuri truss mencuri dan mencuri.

Pada saat itu, ayah nya menyuruh meminta maaf ke mama dan ayahnya itu akan tetapi ari memilih untuk dihukum saja dan mungkin ari tidak merasa bersalah dan disangka mencuri. Sang ayah  marah dan memukuli kembali si ari itu.

sungguh derita dan naas yang dialami bocah yang masih berumur 7 thun itu yang mendapat kekerasan yang tak sepantasnya dirasakannya itu

Pada saat malam hari yang gelap ari sedang menjalankan hukuman dari ayahnya dan pada saat itu ayahnya mengetahui ari melanggar apa yang tidak disukai oleh nya, ayahnya begitu marah dan menarik tangan si ari.. Akan tetap si ari terbentur benda keras yang sehingga mengakibatkan ari jatuh tak berdaya.. ayahnya membawa ari ke Rumah sakit dan apa daya nyawa ari tidak tertolong lagi.

Sungguh sebuah penyesalan dari sang ayah yang terlambat terhadap anak nya itu (ari) yang selama ini dia tidak bersalah.

“Ironis dari crita ari yang begitu memilukan kita.
Anak adalah titipan tuhan yang kita harus menjaga,mendidik dan memberi bekal yang kuat terhadap jiwanya. menanamkan pendidikan yang begitu keras bukan dengan kekerasan yg dialami oleh ari akan tetapi bisa dengan hal yang lebih mendidik dari itu.”

4 Responses to “RESENSI FILM : ARI HANGGARA”

  1. Masdilla Says:

    Gw adalah pencinta film indonesia yang jadul-jadul. Gw sangat suka sama film ini dan ingin nonton nya lagi. Mudah2an dapet kasetnya amin…

    • andromedajunior Says:

      sama bro… jadul itu unik menerutu gw, beda halnya dengan perfilm an indonesia jaman sekarang..
      Film ari hanggara masih ada originalnya kok cuman aga sulit juga,,,,

      • Rochmad Helmi Says:

        menurut q itu film yang cukup mengesankan
        sampai2 gk bosan gw nonton
        walaupun kaset yang q punya bukan cuma itu

  2. wita sondari Says:

    subhanalloh kuatnya ari,, sedih bgt filmnya,,😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: