RATAPAN ANAK TIRI 2

Ratapan anak tiri 2

Pemain : Fachrul Rozy, Sukarno m noor,Mus mulyadi, baron achmadi, Robby sugara, Paula Rumokoy, Cok Simbara 

Sutradara : sandy suwardy hassan

Peristiwa ratapan anak tiri pertama 10 thun yang lalu kini terungkap kembali, diawali dan diakhiri dengan kecerobohan ayahnya sendiri karena mementingkan dirinya sendiri tanpa melihat akibat yang akan ditanggung nya.

Setelah 10 tahun lamanya susi tumbuh menjadi anak besar, dan neti meninggal dunia karena mengalami siksaan dari ibu tirinya itu, kini susi hidup bersama ayah dan ibu tiri dan umi. ayah nya lagi terbaring di rumah sakit sebelum susi berangkat ke sekolah dia menjenguk ayahnya itu. Disekolahnya susi terkenal dengan kepandaiannya, susi menjadi juara kelas setiap tahunnya.

Susi diperlakukan berbeda oleh ibu tirinya itu, sedangkan anak dari ibu tirinya yang bernama umi sangat sayang kepada kakak tirinya akan tetapi ibu tirinya tidak. Sepulang dari sekolah susi dihampiri oleh Reno yang temen sekolah nya dan sekaligus menyukai susi, Reno mengungkapkan perasaan nya kepada susi, akan tetapi susi menolak dengan secara haluh, bahwa susi tidak mau pacaran selama masih sekolah. Reno pun pada akhirnya terluka dengan jawaban susi.

Si ibu tiri selalu memarahin susi pada saat dia terlambat untuk melakukan tugas dirumah nya, lalu susi pun bergegas membereskan pekerjaan rumahnya dengan penuh air mata. Keesokan harinya susi tidak mauk sekolah karena ibu tirinya itu melarangnya dan disuruh menjaga dan membereskan rumah, susi pun menangis. Ketika itu Reno mendatangi rumah susi pak guru memberi tugas padanya. Reno masuk ke rumahnya dengan begitu saja seperti rumah dia sendiri. Susi pun kaget dan menyuruh reno pergi, akan tetapi reno tidak mau pergi. Reno pun membuat kekacauan di rumah susi. Reno pun bergegas meninggalkan rumah itu.

Ketika ibu tiri dan umi datang ke rumahnya, dia pun langsung marah besar karena melihat kondisi rumah yang berantakan, ibu nya pun memberi pilihan kepada susi, ibu nya yang pergi atau susi yang harus pergi, ketika ibu tiri nya marah-marah dia jatuh terpeleset dan pingsan. Susi pun membereskan perlengkapan pakaian untuk meninggalkan rumahnya. Umi adik tirinya susi melihat penderitaan yang dialami kakak nya itu. Pada akhirnya susi pun meninggalkan rumahnya. Umi pun ikut pergi dengan susi.

Dalam perjalanannya susi karena kurang cukup untuk ongkos nya diapun menjual bajunya seharga Rp 2.000 lalu dia menengok ayahnya yang sedang sakit. Susi dan umi menumpang di tempat kerabatnya yang bernama arni tetapi umi merasa tidak kerasan. Lalu umi pun pergi meninggalkan rumah arni dan umi pun menjual anting emas nya yang dimanfaatkan salah seseorang, dia menjual anting nya untuk bertemu dengan ayahnya di Rumah sakit. Ketika sesapainya di Rumas sakit akan tetapi ayahnya sudah pulang beberapa menit yang lalu.

Ketika itu ibu tirinya bertemu dengan susi, dia pun bertanya dimana keberadaan umi,dia mengancam akan melaporkan susi kepolisi, hentakan dan hinaan dilontarkan da mulut ibu tiri, sekarang susi pun berani melwan karena terpaksa susi sudah merasa tidak kuat akan perlakuan ibu tirinya. Susi dan umi akhirnya kembali ke rumah. Ayahnya itu ternyata sudah mencurigai setelah kematian neti, karena tidak wajar, dia sengaja diam untuk mencari bukti untuk menjerat ibu tirinya itu ke penjara. Dia pun mengeluarkan bukti-bukti atas kematian neti dengan meracuni, mereka pun melakukai pertikaian yang mengikabatkan kematian kepada ke dua orang tuanya.

Kini susi dan umi sebatang kara.. Untuk kisah selanjutnya akan ada di Ratapan anak tiri 3 “coming soon”

2 Responses to “RATAPAN ANAK TIRI 2”

  1. Makanan Organik Says:

    rupanya sampean sukanya pilem2 lawas ya . hitung lestarikan film nasionalkan.daah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: